SAdAP Minta Menteri Pendidikan Ikuti Jejak Kapolri, Begini Alasannya

by -25 views
MAKASSAR – Syarifuddin Daeng Punna tokoh masyarakat Sulsel di Jakarta menyambut positif langkah yang diambil Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo dengan mengeluarkan surat izin keramaian kepada salah satu kegiatan olahraga.
Menurut pria yang akrab disapa SAdAP ini, bahwa langkah Kapolri sudah tepat karena masyarakat Indonesia sudah mulai jenuh dengan kondisi saat ini, apalagi telah ada program vaksinasi untuk mempersempit penyebaran covid 19.
Olehnya itu, SAdAP mengapresiasi keputusan yang tepat ini, dengan harapan pemerintah dalam hal ini para menteri yang membidangi sektor-sektor lainnya dapat juga mengeluarkan surat edaran dan melakukan koordinasi dengan Polri agar kegiatan-kegiatan yang menghasilkan pundi ekonomi, kegiatan yang bermanfaat lainnya dapat di akomodir untuk diberikan izin secara bertahap.
Yang penting, kata SAdAP, untuk kemudian di berlakukan juga izin sekolah tatap muka, dan tentu diharapkan kerja terukur oleh menteri pendidikan. Sejauh ini belajar secara daring khususnya anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar mengalami kesulitan dalam hal memahami metode belajar, dan mayoritas anak-anak terdampak pada psikis, jadi malas-malasan dan terpengaruh dengan game online.
“Begitulah dampak yang dirasakan selama belajar daring dirumah sehingga saya menghentikan sekolah daring untuk anak saya sendiri yang duduk di sekolah dasar,” terang SAdAP via WhatsApp, Selasa (16/3).
Di era new normal ini, lanjut SAdAP, sebaiknya menteri pendidikan mengizinkan sekolah tatap muka secara bertahap, kalau belajar secara daring selain membuat anak didik menurun kualitas IQnya, juga mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk mengakses internet, apalagi anggaran kementerian pendidikan tidak akan cukup untuk membiayai kebutuhan jutaan sekolah dan puluhan juta anak sekolah.
“Saya berharap pak menteri dapat melakukan terobosan seperti yang dilakukan Kapolri, karena dikhawatirkan adanya indikasi bisnis dalam mengelola sistem belajar online dan menguntungkan pihak tertentu saja jika terus menerus masih belajar daring,” tutup SAdAP. (*)