SAdAP Konsisten Kawal Pilkada Damai Kota Makassar

by -2 views

MAKASSAR – Syarifuddin Daeng Punna (SAdAP) tokoh masyarakat Sulsel yang ada di Jakarta menegaskan sikapnya untuk tetap mengawal proses demokrasi di Kota Makassar agar tetap aman dan damai.

SAdAP mengharapkan kerjasama semua pihak untuk mengawal pemilihan walikota makassar agar berjalan lancar, jujur adil dan berintegritas.

Insiden yang terjadi di area debat kandidat di jakarta baru baru ini cukup dijadikan pelajaran berharga untuk kita semua agar diambil hikmahnya, dan harapan saya jangan sampai terulang kembali kejadian serupa.

Secara kultur, kata SAdAP, sesama orang Sulawesi Selatan adalah bersaudara dan terikat secara emosional. Jangan cederai persaudaraan hanya karena perbedaan pilihan politik, berbeda bukan berarti harus bermusuhan sebab perbedaan itu sunnatullah untuk jadikan sandaran dalam memupuk persaudaraan.

Lanjutnya, pemberitaan tentang SAdAP menilai calon nomor 1 dan 2 berkelahi, 3 yang dilantik perlu diluruskan permaknaannya, bukan berarti SAdAP menginginkan perseteruan antar calon namun penekanan saya pada situasi politik yang memanas bukan, adu gagasan dan konsep itulah tujuan yang utama dalam setiap kontestasi.

Maka dari itu, lanjut SAdAP, jangan mengedepankan ego sehingga dinamika politik tidak cenderung mengarah pada tindakan apatis yang berefek pada ketidak percayaan masyarakat kepada calonnya sehingga dapat merubah pilihan dan yang saya sampaikan itulah realitas politik.

Masyarakat Makassar juga sudah cerdas dalam menentukan figur yang paling tepat menakhodai Kota Makassar, olehnya itu kecerdasan tidak dapat dibeli dengan materi. Sejauh ini permasalahan yang krusial di tengah masyarakat adalah money politik, di setiap momen politik masih sering terjadi hal demikian.

“Kali ini saya mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak memilih calon pemimpin yang menggunakan cara cara yang tidak demokratis seperti money politik, bagi bagi sembako, menggunakan kekuasaan untuk memuluskan kandidat tertentu itu semua bagian dari perusak sistem demokrasi di bangsa ini maka wajib kita lawan. Jangan anggap bahwa tidak ada yang mengawasi, ingat bahwa Allah Ta’ala yang menskenariokan apa yang ada di dunia ini, maka takutlah kepada sipembuat takut,” tutup SAdAP. (*)