SAdAP: Isolasi Mandiri Solusi Tepat Penanganan Covid-19 Saat Negara Diambang Resesi Ekonomi

by -10 views

JAKARTA – Syarifuddin Daeng Punna tokoh masyarakat Sulsel yang ada di Jakarta mendapatkan banyak informasi yang berkembang terkait ruang isolasi pasien covid 19 yang mengeluhkan pelayanan dari pihak medis.

“Saya sudah banyak melakukan perjalanan keluar masuk ibukota dan hampir di tiap tempat yang saya datangi banyak masukan dari warga sekitar tempat dimana saya menginap,” ungkap pria yang sering disapa SAdAP ini dalam rilisnya kepada media, Minggu (27/9).

Dewan pembina Laskar Merah Putih (LMP) Sulsel ini menekankan bahwai informasi yang didapat dari berbagai pihak yang perlu disampaikan kepada para pemangku kebijakan penyebab permasalahan covid ini sangat memberatkan dan membuat ketakutan yang berlebihan di tengah masyarakat.

“Saya bahkan baru-baru ini melakukan perjalanan dengan menggunakan travel dengan penyediaan fasilitas penginapan di batam, namun masih saja ada hal yang diluar dugaan saya terjadi, hotel yang seyogyanya saya tempati untuk menginap ternyata dijadikan tempat isolasi bagi para pasien covid 19,” terang SAdAP yang juga Ketua Karate Pordibya Inkatzu Pemprov Sulsel ini.

SAdAP mengatakan, seharusnya pihak hotel atau penyedia fasilitas tamu memberikan informasi sehingga tidak menimbulkan persepsi buruk bagi pihak yang merekomendasikan dan pihak hotel yang menjadi ruang isolasi bagi pasien covid 19.

“Masalah seperti ini menjadi rancu, sebab dugaan saya alokasi anggarannya cukup besar sementara target yang ingin dicapai agar tempat isolasi dipenuhi pasien sehingga amatan saya ada indikasi bahwa pihak hotel sengaja menerima tamu untuk memenuhi target meskipun bukan dari pasien urai,” Anggota Pengurus Dewan Ekonomi Indonesia Timur ini.

Dengan adanya kejadian seperti itu, SAdAP meminta agar pihak terkait untuk transparan dalam manajemen penanganan karena anggaran yang besar itu dikelola dengan target estimasi berdasarkan kuantitas jumlah pasien yang terpapar covid 19, dan hal ini patut untuk dipertanyakan.

Lanjut SAdAP, dimasa pandemi dengan munculnya tantangan resesi ekonomi bangsa, maka perlunya penghematan anggaran, misalnya ruang isolasi pasien covid tidak perlu di tempat yang mewah, justru masyarakat yang saya jumpai disetiap saya kunjungi lebih nyaman dan aman dengan isolasi mandiri di kediamannya masing-masing tinggal dikontrol saja oleh tim medis dengan menyuplai vitamin dan obat-obatan ke rumah pasien, opsi demikian selain menghemat anggaran negara juga tidak membebani masyarakat, cukup di tiap kelurahan disiapkan posko induk kesehatan dengan melibatkan tenaga medis, dibantu oleh mahasiswa jurusan kesehatan yang tersebar di berbagai perguruan tinggi dan itu tidak memakan banyak biaya ketimbang dikarantina di hotel.

“Pemerintah daerah yang mengambil kebijakan dapat melakukan MOU dengan pihak, siswa, mahasiswa, dan universitas dengan meminta kesiapan mereka khususnya jurusan kesehatan untuk bergerak bersama membentuk posko-posko kesehatan ditiap kelurahan sebagai pusat kontrol dan pemeriksaan kesehatan warga,” tutup SAdAP. (*)