SAdAP Harapkan Unjuk Rasa Lebih Elegan Bila Dilakukan Unjuk Rembug Bersama Elemen dan Aparatur Pemerintah

by -1 views
KENDARI – Syarifuddin Daeng Punna tokoh masyarakat Sulsel yang ada di Jakarta terus menyampaikan pesan-pesan damai.
Kali ini pria yang akrab disapa SAdAP ini memberi pandangan terkait berbagai masalah yang terjadi di daerah setelah melihat adanya riak-riak yang terjadi belakangan ini melalui video dan pemberitaan yang bertebaran di media sosial.
Seperti kejadian yang terjadi di Kendari baru-baru ini, menurutnya aksi mahasiswa yang salah satu pihak dibubarkan dengan cara manuver helikopter oleh kepolisian sebenarnya insiden yang perlu dimaklumi, karena namanya manusia biasa selalu ada kekeliruan, termasuk-adik mahasiswa yang saya pikir lebih paham bagaimana membangun komunikasi yang baik dengan semua pihak.
Bapak Kapolda Sultra itu menurut, SAdAP, adalah figur yang baik dan bermasyarakat, kalau ada segelintir orang yang menyalahkannya karena kelalaian anggotanya yang melakukan manuver helikopter tersebut, hal itu kesalahan pilotnya karena tidak ada kontrol pimpinan polda terkait penanganan unras seperti itu.
SAdAP menilai bahwa apa yang dilakukan oleh kepolisian tujuannya adalah menjaga stabilitas keamanan, kalau ada yang meresahkan maka perlu ditindaki segera sebelum terjadi kekacauan yang fatal.
“Saya menyarankan, pemerintah dalam hal ini bupati, walikota, gubernur dan institusi-intitusi pemerintahan agar membangun sinergitas dengan semua elemen seperti LSM, media, ormas dan mahasiswa, sehingga pola komunikasinya terarah, yang tadinya unjuk rasa akan menjadi unjuk rembug,” tukas SAdAP via Whatsapp, Jumat (2/10).
Suatu masalah dapat diselesaikan dengan cara yang elegan, dialog yang solutif, pemda bisa memfasilitasi pertemuan dengan elemen masyarakat, kalau bisa tiap bulan sekali untuk membahas masalah-masalah sosial yang terjadi, disitulah terbangun sinergitas sehingga riak-riak dan kekisruhan dapat diminimalisir.
Masalah yang terjadi itu bagian dari sebuah proses dinamika alam, olehnya itu masalah yang bisa muncul tanpa muncul masalah baru, caranya dengan duduk bersama membicarakan hal-hal yang mendesak terkait masalah dan pemecahan masalah.
Lanjut SAdAP, sebenarnya aksi demo mahasiswa tidak dilarang sebab di lindungi Undang-undang, hanya saja perlu perenungan bersama apalagi dalam kondisi seperti sekarang negara dilanda pandemi yang berdampak terhadap perekonomian, mahasiswa sebagai agen control harus tampil sebagai solusi, jangan justru menciptakan polemik yang ujung -ujungnya justru dapat merugikan orang lain.
“Olehnya itu adik-adik mahasiswa diharapkan dapat memberi contoh yang baik agar masyarakat simpatik, gerakan mahasiswa diubah polanya dengan gerakan yang intelektual solutif,” tutup SAdAP. (*)