SAdAP Harap NA Menepati Janji Beri Solusi Pemindahan Jenazah Negatif Covid di Macanda

by -8 views

PR – Suasana penanganan pendemi covid-19 hingga kini terus dilaksanakan oleh pemerintah dan sejumlan elemen masyarakat, dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Corona .

Ketua Dewan Pembina Laskar Merah Putih (LMP) Syarifuddin Daeng Punna (SAdAP) mengapresiasi kinerja pemerintah dalam menangani covid-19. namun disisi lain ada hal teknis penanganan covid 19 yang harus disikapi dengan baik dan bijak dan sesuai aturan yang berlaku.

SAdAP mengatakan, kejadian di Kota Makassar dimana pemakaman jenazah pasien terduga covid-19, meninggal Di Rumah Sakit Bahayangkara Makassar yang terjadi beberapa waktu lalu, hingga kini masih menjadi polemik.

Dimana saat itu, kata SAdAP, ‘Esa’ putri dari alamarhum Nurhayani Abram, seperti yang viral di medsos menangis dan histeris meminta ibunya untuk dimakamkan oleh keluarganya di kampung halaman Bulukumba, namun pada kenyataannya , petugas dari Tim Gugus Covid Sulsel tetap membawa almarhum kepemakaman khusus Covid 19 Di Macanda Kabupaten Gowa.

Justeru belakangan keluar hasil swab negatif. Ini perlu disikapi oleh pemimpin , baik digugus tugas Covid 19, maupun pemimpin lainnya yang berkewenangan untuk menyikapi persoalan ini tanpa mencederai tatanan tugas dan melukai hati rakyat yang ingin memperoleh hak.

Jika sudah terjadi seperti ini apa jadinya dan apa dampaknya, siapakah yang harus disalahkan dan siapakah yang harus bertanggung jawab, sementara beberapa kejadian di Kota Makassar, masyarakat yang mengambil paksa jenazah di beberapa rumah sakit kini telah di tetapkan sebagai tersangka dan saat ini sedang menjalani proses hukum.

“Nah kalau seperti kasus yang dialami oleh Andi Baso Riyadi Mappasulle suami dari almarhumah Nurhayati, siapakah yang harus disalahkan atau siapakah yang harus dipenjarakan. Disinilah keadilan harus ditegakkan,” terang SAdAP dalam rilisnya kepada media, Selasa (21/7).

Oleh karena itu, SAdAP berharap kepada Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) agar masalah ini terselesaikan dengan baik tanpa melukai hati masyarakat seperti yang telah diberitakan sejumlah media bahwa Nurdin Abdullah berjanji akan memenuhi permintaan suami almarhum Nurhayani Abram, yakni Andi Aryadi Mappsulle. Namun hingga memasuki pertengahan Juli 2020 belum bisa direalisasikan.

“Sebagai pemimpin yang paling utama adalah naluri kemanusiaan, saya berharap pak gubernur dapat memahami kondisi keluarga Andi Baso, apalagi segala persyaratan administrasi terkait pemindahan jenazah sudah dilengkapi di tambah lagi janji pak gubernur yang akan menindak lanjuti persoalan ini, maka sepatutunya harus di selesaikan agar tidak berlarut-larut melahirkan permasalahan baru,” beber SAdAP yang juga kandidat Walikota Makassar ini.

Selain itu, SAdAP meminta DPRD Sulsel untuk memperhatikan persoalan ini, karena sebagai wakil rakyat tentunya persoalan ini adalah persoalan rakyat, sehingga menurut kami DPRD Provinsi Sulsel harus turun tangan untuk menemukan solusi bersama pemerintah dari tuntutan masyarakat yang menginginkan pemindahan pemakaman keluarganya dari Macanda kepekuburan keluarganya di Bulukumba,” pinta SAdAP. (*)