Polemik Resetting RT/RW, SAdAP: Walikota Makasar Harus Proporsional

by -0 views
MAKASSAR – Terkait adanya langkah Walikota Makassar untuk mereseting RT RW hal ini mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat Makassar Syarifuddin Daeng Punna (SAdAP).
Menurut pria yang akrab disapa SAdAP ini yang juga mantan kandidat Walikota Makassar, bahwa langkah tersebut sebenarnya perlu dikaji sebelum mengambil langkah yang terlalu jauh dalam urusan urusan RT / RW.
Setiap pimpinan RT maupun RW akan mendukung program pemerintah kota makassar untuk menjadi 2X lebih baik, hal itu dapat memantau langsung melalui peran lurah dalam menyampaikan tujuan dari pembangunan yang akan direalisasikan oleh pemerintah kota Makassar, sebab lurah merupakan penambahan tangan dari pemkot yang terdekat dengan RT dan RW setelah camat.
Menurut SAdAP, Danny Pomanto tidak perlu turun langsung mengganti RT RW, tidak ada pimpinan di tingkat walikota membantu sampai ke tingkat warga.
“Pak Walikota kita ini kan menurut saya merupakan orang yang pintar dan punya segudang prestasi dibidang manajemen pembangunan dan tata kelola pemerintahan sehingga saya menganggap pak Danny tau apa yang seharusnya dilakukan untuk masalah masalah di RT RW saat ini, sehingga publik tidak menyalah artikan langkah pengaturan ulang bagian dari dendam politik karena RT / RW di duga tidak mendukungnya saat pemilihan walikota-wakil walikota Makassar yang lalu, “katanya.
Olehnya itu, SAdAP, menyarankan agar Danny mempertimbangkan hal ini sebelum mengeluarkan kebijakan resetting.
Diimplementasikan bersama bahwa Pemerintah kota memiliki perangkat di tingkat kecamatan dan kelurahan, sehingga masalah seperti RT / RW ini bisa di selesaikan dengan memanggil camat atau lurahnya sebagai perwakilan warga dan pemerintah di bawah.
“Karena mengganti RT RW dibutuhkan proses pemilihan di tingkat masyarakat, sebab pergatian RT / RW secara kultur dalam manajemen pemerintahan ranah walikota, meskipun sebenarnya bisa dilakukan namun akan terlalu jauh mengintervensi,” tukasnya. (*)