Pilkada Makassar, SAdAP: Jangan Terprovokasi Oleh Pihak Tak Bertanggungjawab

by -7 views
MAKASSAR – Tokoh masyarakat Sulsel, Syarifuddin Daeng Punna (SAdAP) di Jakarta turut menyesalkan kejadian pengerusakan kantor dan pembakaran satu unit ambulans milik partai Nasdem.
Kejadian tersebut benar-benar sangat memiriskan, dan masalah ini tentu sudah tersusupi oleh provokator yang tidak menginginkan kedamaian dalam pilkada di Kota Makassar.
SADAP yakin ini ulah provokator dan bukan dari tim sukses kandidat tertentu, hanya saja ada pihak yang menduga duga dan menggiringnya ke dalam ranah politik.
Olehnya, kata SAdAP, sebaiknya para calon walikota mendata tim suksesnya yang tercantum dalam struktur pemenangan dan berikan himbauan untuk tidak mengendorse opini yang saling menjatuhkan, karena dalam politik terjadi dinamika yang sulit untuk dikendalikan bila semua pihak melakukan cara yang tidak bermartabat seperti menghujat, memfitnah dan melakukan pembodohan.
SAdAP mengatakan, provokator yang ingin memecah belah kerukunan yang sudah terbangun lama ditengah masyarakat, mereka memanfaatkan situasi politik di Kota Makassar untuk membenturkan antar anak bangsa, antara tim sukses, relawan dan calon walikota dan itu dilakukan secara sistematis.
“Saya berharap agar aparat kepolisian dapat mengusut tuntas dalang dari aksi anarkis yang terjadi malam hari di depan kampus UNM Pettarani baru ini, kita punya intelijen yang dapat melakukan pendeteksian terkait rangkaian aksi anarkis, dan siapa saja pihak yang bertanggung jawab, tentunya dapat diketahui dari Nama pihak yang menunjukkan saat ini atas dugaan interaksi mereka dalam aksi tersebut, “urai SAdAP, Jumat (23/10).
Meskipun ada politisasi masalah skenario skenario politik dibalik insiden ini, kata SAdAP, janganlah dilakukan di Makassar sebab masyarakatnya cinta damai, kalau ada indikasi terselubung yang ingin merusak tatanan sosial di Makassar, maka dari itu sebaiknya pihak yang dirugikan harus melakukan pengkajian, karena dikhawatirkan masyarakat akan merasa nyaman dengan apa yang terjadi, dan tidak lagi merasa nyaman, untuk itu diharapkan semua calon mengimbau ke masyarakat ketika bersosialisasi agar tetap menjaga kedamaian serta tetap menanamkan nilai budaya sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi.
“Saya meminta maaf kepada Laskar Merah Putih sulsel untuk mengajak ormas-ormas lainnya yang ada di Kota Makassar untuk bersama sama mengawal kasus ini agar tidak meluas menjadi konflik, dan membantu tugas aparat dilapangan otoritas Kota Makassar dari pihak yang ingin mengacaukan stabilitas keamanan, termasuk ASN perlu keterlibatan serta menyampaikan kepada keluarga dan kerabat, secara umum ke masyarakat untuk tidak terpancing oleh provokator, dan ingat bahwa ASN harus netral, tidak boleh berpolitik praktis, jika ada yang terlibat dalam mendukung mensosialisasikan salah satu calon maka konsekuensinya harus dipecat sebagai ASN, “tegas SAdAP.