Kericuhan Akibat Omnibus Law, SAdAP: Semua Pihak Bisa Saling Mengoreksi

by -1 views
MAKASSAR – Syarifuddin Daeng Punna tokoh masyarakat Sulsel mengingatkan kepada semua pihak untuk melakukan instropeksi diri, mengingat kekisruhan yang terjadi disebabkan karena adanya kesalah pahaman dalam menginterpretasi UU Omnibus Law.
Pria yang sering disapa SAdAP ini menjelaskan bahwa semua pihak yang berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban maka untuk masalah ini lebih terburu-buru secara profesional dengan kapala dingin walaupun hal ini muncul terlambat namun dari sini kita dapat merenungi dan mengambil hikmah atas kejadian yang baru-baru ini terjadi.
Pemerintah, anggota DPR disemua tingkatan, mahasiswa, ormas, dan masyarakat harus mengakui kesalahan sebab telah tergiring oleh permainan oknum-oknum provokator yang menginginkan negara ini tidak aman.
Lanjut SAdAP, pemerintah telah memikirkan apa yang terbaik untuk rakyatnya hanya saja dalam dunia politik seringkali terjadi turbulensi yang menyebabkan terjadinya gejolak sosial dibeberapa wilayah yang disinyalir telah ditunggangi kepentingan politik.
“Kemana partai politik yang memiliki visi untuk yang hampir sama dan semua mengarah ke hal hal yang baik demi kepentingan negara, lantas bagaimana progres partai dengan melihat kekisruhan ini? Bukankan semua partai memiliki konstituen yang mayoritas dapat di kendalikan untuk menjaga kepentingan nasional? Pertanyaan seperti ini sering saya dengar dari berbagai diskusi baik disosial media maupun penyampaian dari bermacam macam kalangan,” ungkap SAdAP.
Anggota DPR di semua tingkatan sejauh ini telah kehilangan wibawa dalam merumuskan kebijakan-kebijakan strategis, sudah kehilangan ruh sehingga muncul mosi tidak percaya dari segenap masyarakat.
Sewaktu pemilihan anggota DPR RI, DPRD provinsi, kabupaten/Kota, kata SAdAP, mereka mengatasnamakan rakyat, kesejahteraan rakyat dijadikan bahan jualan kampanye politik guna menarik simpati namun ketika terpilih mereka justru bungkam ketika terjadi riak-riak yang berkelanjutan bahkan peran sebagai wakil rakyat sudah tidak lagi dijalankan padahal tugas dan wewenangnya agar dapat mengakomodir aspirasi masyarakat, yang terjadi justru riak-riak yang awalnya murni penyampaian aspirasi kemudian berubah menjadi kerusuhan akibat gaya acuh tak acuh para dewan terhormat.
Untuk pemerintah di semua tingkatan, baik itu lurah, camat, bupati, walikota, gubernur hingga pemerintah pusat agar lebih mengutamakan menjaga kedaulatan negara disaat terjadinya penggembosan pihak berkepentingan yang menginginkan konflik sesama anak bangsa, dan jika terjadi konflik dan sulit untuk dikendalikan maka secara sosial, ekonomi, dan politik indonesia akan masuk kedalam jurang krisis multidimensional.
“Harapan saya, pemerintah di semua tingkatan dapat mengendalikan situasi wilayahnya masing-masing, jangan cuma memberi beban berat yang penuh tantangan kepada aparat TNI/Polri, sebab mereka bekerja jika tanpa dibarengi kerjasama yang baik dengan pemerintah di daerah maka tetap akan kesulitan dalam mengendalikan situasi dalam suatu wilayah, maka perlu dari pihak pemda, pemkot untuk turun langsung ikut dalam membantu mencairkan situasi yang memanas sebab pemimpin itu harus tampil di depan bila kondisi sudah tidak lagi stabil ,” jelas SAdAP.
Bayangkan saja banyaknya fasilitas umum dirusak, bahkan dibakar oleh oknum provokator, yang terjadi di jakarta kali ini mengindikasikan bahwa ada unsur kesengajaan yang bermuatan politis, masyarakat menjadi korban.
“Sudah saatnya negara melakukan rekonstruksi atas apa yang menimpa bangsa ini, melakukan pengkajian secara objektif agar masyarakat terlindungi dari provokasi pihak tertentu yang ingin merusak tatanan bernegara,” cetus SAdAP.
Kalau kemudian kejadian ini dibiarkan terus menerus terjadi tanpa ada langkah kongkrit maka berapa banyak kerugian yang akan menjadi beban negara. Ombibus law bisa saja menjadi objek sengketa antara negara dengan rakyat bilamana tidak segera dilakukan penetrasi melalui komunikasi politik antara pemerintah, legislatif dan masyarakat.
“Masyarakat berharap ketentraman hidup, dapat beraktifitas kembali tanpa ada gangguan keamanan semacam ini, dan yang paling penting adalah keadilan tetap dijunjung tinggi menuju kesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia,” papar SAdAP.
Masyarakat juga harus cerdas melihat kedepan siapa calon kepala daerah, calon anggota DPR yang akan dipilih nantinya, dengan melihat bagaimana karakter wakil rakyat, bupati walikota dan gubernur kita saat ini maka perlu pertimbangkan untuk dipilih kembali mewakili rakyat untuk duduk di kursi kekuasaan, apalagi saat ini pilkada sudah di depan mata baik di kabupaten, kota maupun provinsi.
“Saya mengajak masyarakat untuk cerdas menentukan pilihannya, jangan gunakan perasaan kekeluargaan, pertemanan dan kekerabatan dalam memilih calon pemimpin sebab memilih pemimpin itu harus sesuai figurnya orang yang benar benar layak untuk mewakili kita sebab masih banyak ketidak sukaan terhadap politik dinasti, ada juga yang dikendalikan oleh keluarganya dalam menentukan pekerjaan proyek daerah, ada yang ibarat kacang lupa kulitnya, dan pemimpin yang lupa akan janji-janji politiknya sewaktu berkampanye dulu, kesemuanya ini perlu diperhatikan oleh masyarakat untuk benar-benar cerdas menentukan pilihannya kedepan,” ujarnya
Semua calon kepala daerah yang akan berkontestasi pada pilkada serentak desember mendatang adalah putra putri terbaik di daerahnya, olehnya itu mulai dari sekarang SAdAP mengajak masyarakat untuk bersama sama memerangi calon pemimpin yang menggunakan cara money politik karena hal itu justru akan menjadi boomerang ketika terpilih nantinya sebab yang akan dipikirkan bagaimana supaya dana yang dikeluarkan semasa kampanye dapat dikembalikan sehingga  melupakan janjinya untuk mensejahterkan rakyat.
Tugas pemimpin memberi kesejahteraan kepada rakyatnya juga harus mampu membuat masyarakat tersenyum, terkhusus di kampung kelahiran saya Kota Makassar yang sebentar lagi akan melakukan pilwali. Saya menghimbau kepada semua calon agar menghindari perselisihan yang tidak sehat, jangan lagi melihat kebelakang lihat namunlah kedepan dan lagu-lagu arah baru untuk Kota Makassar yang lebih baik dibawah kepemimpinan yang pro rakyat, dan pesan saya siapa pun yang terpilih sehingga dapat mengemban amanah dengan baik, Bercermin dari kejadian perkusi yang berujung kisruh baru ini maka sangat diharapkan pemimpin yang bisa tampil di depan dalam masalah menengahi tersebut, jangan menyalahkan dibalik yang berlebihan, “tutup SAdAP. (*)