Dapat Mandat Pimpin Partai, SAdAP Belum Bersikap

by -12 views

PR – Partai Negeri Daulat Indonesia atau disingkat PANDAI kian massif membentuk struktur di tiap daerah, termasuk di Sulsel.

Partai yang dipimpin Farhat Abbas ini akan ikut berkompetisi pada pemilu 2024 nantinya. Sebagai partai pendatang baru maka diperlukan langkah strategis dengan merekrut tokoh-tokoh dengan berbagai latar belakang untuk membesarkan partai yang baru dibentuk.

Partai Negeri Daulat Indonesia (PANDAI) saat ini sedang melakukan strukturisasi, dan beberapa tokoh diberi mandat, salah satunya Syarifuddin Daeng Punna atau yang sering disapa SAdAP.

SAdAP melalui sambungan telepon mengatakan bahwa baru-baru ini dihubungi langsung Farhat Abbas, dan beliau meminta-minta SAdAP untuk ikut bergabung dalam struktur kepengurusan PANDAI.

Sebenarnya ada beberapa petinggi partai yang menghubungi saya dan mereka adalah sahabat saya. Namun berbagai pertimbangan saya belum pernah bergabung untuk bergabung, “ungkapnya melalui pesan WhatsApp, Senin (28/12).

Untuk partai yang dipimpin Farhat sebagai sahabat, SAdAP diberi mandat untuk membentuk kepengurusan di Sulsel dan amanah ini sebagai bentuk kepercayaan dan penghormatan.

SAdAP mengungkapkan pernah ikut serta sebagai kelompok partai di Sulsel, di antaranya PDB (Partai Demokrat Bersatu) di 2003 dan Partai Pro Republik, di 2007 Partai Indonesia Tanah Air (PITA) Prof Dimyati Hartono sempat mengkader SAdAP dan 2008 Endung Sutrisno mempercayakan SAdAP Ketua Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI) Sulsel sebab Partai PITA tidak lolos pengungkit di tingkat Pusat

Selain itu, SAdAP membentuk sejumlah lembaga dan ormas di Sulsel di antaranya, LPPN RI Sulsel 2008, Korwil Indonesia timur Pembela Kesatuan Tanah Air – Indonesia bersatu 2016.

Asosiasi Nikel Indonesia 2010, Generasi Pemuda Anti Narkoba GPAN Sulsel 2017, DPP PANI Pasukan Adat Nusantara 2016, Ketua Pemprov Sulsel Inkatzu Pordibya 2017 karate sampai saat ini dan Ketua Dewan Pembina Laskar Merah Putih Sulsel.

“Masih banyak lembaga yang sudah di bentuk dan ikut terlibat dalam membesarkannya. Di waktu saya pernah masuk dalam kepengurusan pemuda muhammadiyah tahun 1981, dan AMPI tahub 1982,” tutup SAdAP. (*)